SElamat Datang Di Blog Inspirasi Dengan Berita Terhangat

Selasa, 31 Mei 2016

Di Jakarta, Lebih Banyak Orang yang Bekerja atau Pengangguran?





Calon pencari kerja sudah mulai mengantri di Indonesia Spectacular Job Fair 2015 dari luar Stadion GBK, Jakarta, Selasa (11/8/2015). Ratusan posisi dan ribuan lowongan kerja yang akan digelar hingga 12 Agustus 2015. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Calon pencari kerja sudah mulai mengantri di Indonesia Spectacular Job Fair 2015 dari luar Stadion GBK, Jakarta, Selasa (11/8/2015). Ratusan posisi dan ribuan lowongan kerja yang akan digelar hingga 12 Agustus 2015. 

Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, DKI Jakarta merupakan provinsi yang siap memanfaatkan bonus demografi. Salah satu indikatornya, komposisi jumlah penduduk yang bekerja lebih banyak dari pada yang tidak bekerja.
Dia memaparkan, saat ini jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10 juta jiwa, atau sekitar 3,9 persen jika dibandingkan total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252,16 juta jiwa.
Dari penduduk DKI tersebut, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 5,06 juta jiwa dari 5,55 juta jiwa angkatan kerja. Sedangkan jumlah pengangguran di DKI Jakarta hanya sebesar 463,9 ribu jiwa.

Dampak Kelangkaan Air Bersih untuk Kesehatan dan Perekonomian

Kelangkaan Air Bersih


Dampak kelangkaan air bersih benar-benar tidak dapat diabaikan. Jika kita mengetahui betapa bahayanya dampak yang dapat ditimbulkan oleh ketidaktersediaan air bersih di muka bumi ini, baru kita akan sadar betapa pentingnya menjaga keberadaan air bersih itu agar tetap dapat selalu kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bila air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Tidak ada satupun makhluk di bumi ini baik manusia, hewan maupun tumbuhan yang dapat bertahan hidup tanpa adanya air. Manusia adalah makhluk yang paling banyak menggunakan air dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya.Namun sejauh ini, manusia pulalah yang menjadi penyebab utama kelangkaan air bersih yang saat ini banyak di alami oleh Negara-negara di berbagai belahan dunia. Dapat dikatakan demikian karena seringkali manusia berlaku kurang bijak dalam menggunakan air. Banyak dari kita yang menghamburkan air tidak sesuai dengan kebutuhan kita saja. Terlebih hal itu kita lakukan tanpa kita sertai dengan usaha membantu proses siklus alami air. Walaupun tidak kita rasakan seketika, namun sikap yang seperti itu sangat mengganngu kelangsungan ekosistem, termasuk siklus air yang menjadi tidak seimbang. Jika semua itu sudah terjadi, yang akan kita dapati kemudian hanyalah resiko langkanya air bersih dan dampak kelangkaan air bersih akan sangat merugikan bagi kita semua terutama bagi kesehatan kita. Banyak sekali dampak yang akan kita dapati terkait dengan minimnya ketersediaan air bersih saat ini dan yang paling signifikan adalah dampak bagi kesehatan manusia. Mengingat air adalah kebutuhan pokok yang tak tergantikan, maka ini akan menjadi masalah yang sangat serius yang memerlukan pemecahan sesegera mungking karena jika tidak segera diatasi, masalah ini akan semakin melebar dengan adanya dampak yang dihasilkan dari kelangkaan air bersih. Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia, air harus memiliki kualitas tertentu dan yang pasti air itu haruslah bersih. Dari air yang bersih, maka manfaat yang akan didapat sangat banyak, namun jika air itu sudah tercemar walaupun hanya sedikit saja, akan ada masalah menyertainya. Manusia menggunakan air sebagian besar untuk dikonsumsi dan jika yang dikonsumsi itu air yang tidak terjamin kebersihannya, maka resiko untuk terjangkit berbagai macam